Contoh Makalah Tentang Surat Menyurat
Mata Kuliah : Bahasa Indonesia
Dosen Pengampu : Nina Muidah, M.Pd, M.Kom
Dosen Pengampu : Nina Muidah, M.Pd, M.Kom
Disusun Oleh :
Kelompok VI
Muhammad Setiawan (16.71.0016)
Muhammad Shabirin Mukhlish (16.71.0048)
Agus Dwi Setiawan (16.71.0096)
FAKULTAS TEKNOLOGI INFORMASI
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS ISLAM KALIMANTAN
MUHAMMAD ARSYAD AL-BANJARY
TAHUN 2016
TAHUN 2016
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan nikmat serta
hidayah-Nya terutama nikmat kesempatan dan kesehatan sehingga penulis dapat
menyelesaikan makalah dengan judul ”SURAT MENYURAT”.
Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai
pihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada
seluruh pihak yang turut memberikan dukungan dan kepercayaan yang begitu besar.
Penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan,
namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan
saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.
Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pihak.
Banjarmasin, Oktober 2016
Penulis,
DAFTAR ISI
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Surat adalah sebuah alat atau media komunikasi yang berupa tulisan yang
berisi informasi, pesan, persyaratan, atau tanggapan sesuai keinginan sang
penulis surat. Surat merupakan sarana komunikasi tertulis. Surat dipandang
sebagai alat komunikasi tulis yang paling efisien, efektif, ekonomis, dan
praktis dibandingkan dengan komunikasi lisan. Apa yang dikomunikasikan melalui
surat akan sampai kepada alamat yang dituju sesuai dengan sumber aslinya.
Peranan surat lebih penting lagi, terutama dalam surat resmi, seperti surat
yang dikeluarkan oleh organisasi/lembaga.
Sebagai contoh, pada saat sebuah perusahaan dagang mengirimkan surat kepada
perusahaan lain yang bermaksud untuk menawarkan produk yang dijual oleh
perusahaan dagang tersebut. Berdasarkan ilustrasi tersebut dapat dikatakan
bahwa surat dapat berfungsi sebagai alat komunikasi atau penyampai informasi
dari perusahaan dagang tersebut kepada perusahaan lain. Surat juga dapat
berfungsi sebagai wakiul penulis, dalam hal ini penulis tidak perlu langsung
bertatap muka dengan orang yang dituju untuk menyampaikan informasi melainkan
diwakili oleh surat.
Namun terkadang kita tidak mengerti bagaimana pengertian, fungsi, bentuk,
jenis jenis, dan
bahasa surat yang baik dan benar. Untuk itu, dalam makalah ini akan dibahas
mengenai pengertian, fungsi, jenis-jenis, ciri-ciri bahasa surat.
1.2
Perumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka dapat dirumuskan sbb:
1.
Apa pengertian surat menyurat?
2.
Apa fungsi surat?
3.
Bagaimana jenis-jenis surat?
4.
Bagaimana ciri-ciri bahasa surat?
1.3
Tujuan
Dari perumusan masalah diatas, maka tujuan dari
penulisan makalah ini adalah sbb:
1.
Untuk mengetahui pengertian
tentang surat menyurat.
2.
Untuk mengetahui fungsi surat.
3.
Untuk mengetahui jenis-jenis
surat.
4.
Untuk mengetahui bagaimana
ciri-ciri bahasa surat.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Surat Menyurat
2.1.1 Pengertian Surat
Surat adalah suatu sarana untuk menyampaikan pernyataan-pernyataan
atau informasi secara tertulis dari pihak yang satu kepada pihak yang lain,
baik atas nama sendiri, maupun atas nama jabatannya dalam sebuah organisasi,
instansi ataupun perusahaan. Informasi-informasi ini dapat beberapa permintaan,
laporan, pemikiran, saran-saran dan sebagainya.
2.1.2 Pengertian dan Tujuan Surat Menyurat
Surat menyurat adalah suatu kegiatan untuk
mengadakan hubungan secara terus menerus antara pihak yang satu kepada pihak
yang lainnya. Dan dilaksanakan dengan saling berkiriman surat. Kegiatan surat
menyurat ini disebut juga dengan istilah lainnya yaitu korespondensi. Jika
hanya sepihak saja yang mengirimkan surat secara terus menerus tanpa ada
balasan atau tanggapan dari pihak lainnya hal ini tidak dapat dinamakan
kegiatan surat menyurat. Setiap kerja perorangan apalagi organisasi selalu
membutuhkan kerja sama dengan pihak lain untuk mencapai tujuannya.
Tujuan menulis surat secara garis besar
diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu:
a.
Menyampaikan informasi kepada
pembaca surat;
b.
Mendapatkan tanggapan dari
pembaca surat tentang isi surat;
c.
Ingin mendapatkan tanggapan dan
menyampaikan informasi kepada pembaca surat.
2.2 Korespondensi dan Koresponden
2.2.1 Korespondensi
Korespondensi
searti dengan surat-menyurat. Korespondensi
adalah suatu kegiatan
atau hubungan yang dilakukan
secara terus-menerus antara
dua pihak yang
dilakukan dengan saling
berkiriman surat.
Korespondensi dalam suatu kantor, instansi, atau
organisasi dibagi menjadi dua, yakni:
1.
Korespondensi Eksteren, yaitu
hubungan surat-menyurat yang
dilakukan oleh kantor atau bagian-bagiannya dengan pihak
luar.
2.
Korespondensi Interen, yaitu hubungan surat-menyurat yang
dilakukan oleh orang-orang dalam suatu kantor, termasuk hubungan antara
kantor pusat dengan kantor cabang.
2.2.2 Koresponden
Koresponden adalah orang yang berhak atau
mempunyai wewenang menandatangani surat, baik atas nama perorangan maupun
kantor atau organisasi.
2.3 Mengenal Bahasa Surat
Pada hakekatnya surat itu adalah suatu karangan
yang berupa perumusan dalam bentuk tertulis tentang pernyataan, pemikiran,
permintaan, atau hal-hal yang ingin disampaikan kepada pihak penerima surat.
Karena surat sebagai karangan, maka suratpun harus memenuhi berbagai ketentuan
mengenai penyusunan karangan ataupun komposisi seperti tema, tata bahasa,
kalimat, alinea, gaya bahasa dan penggunaan tanda baca. Sebagai karangan surat
dapat disusun secara :
1.
Deduktif yaitu dimana
penulis terlebih dulu melaporkan pokok permasalahannya, kemudian baru
dikemukakan penjelasannya atau alasan-alasannya.
2.
Induktif adalah
penyusunan kalimat-kalimat dimana terlebih dulu dikemukakan alasan-alasannya,
baru kemudian melaporkan pokok-pokok masalahnya.
2.4 Fungsi Surat
Meskipun alat komunikasi berkembang pesat,
tetapi surat masih dipertahankan karena surat mempunyai fungsi sebagai:
1.
Alat komunikasi
2.
Alat bukti tertulis
3.
Alat pengingat
4.
Alat bukti historis
5.
Duta atau wakil organisasi
6.
Alat pedoman kerja
Sebagai alat komunikasi, surat dapat
menyampaikan informasi dari satu pihak ke pihak lain atas nama pribadi maupun organisasi.
Sebagai alat bukti tertulis, surat dapat
dipergunakan sebagai bukti apabila terjadi perselisihan antara
organisasi-organisasi atau pejabat-pejabat yang mengadakan hubungan
korespondensi.
Sebagai alat pengingat, surat dapat digunakan
untuk mengetahui hal-hal atau peristiwa yang telah lampau.
Sebagai alat bukti historis, karena surat dapat
untuk mengetahui sejarah atau perkembangan suatu organisasi.
Sebagai duta atau wakil organisasi, kehadiran
surat mewakili organisasi dalam berkomunikasi atau bertatap muka dengan pihak
lain.
Surat berfungsi sebagai pedoman kerja, karena
surat dapat digunakan sebagai pedoman dalam melaksanakan pekerjaan.
2.5 Jenis-jenis Surat
2.5.1 Berdasarkan Sifat Surat
Berdasarkan sifatnya surat dapat digolongkan
menjadi lima jenis yaitu :
a.
Surat Pribadi
Surat pribadi adalah surat-surat
yang bersifat kekeluargaan, surat-surat yang berisi masalah keluarga, baik
tentang kesehatan, keuangan keluarga dan sebagainya.
Surat Pribadi, dibedakan menjadi:
1.
Surat pribadi yang bersifat resmi, surat atas nama pribadi
yang dikirim ke organisasi-organisasi resmi, seperti: surat lamaran pekerjaan,
surat izin tidak masuk kerja.
2.
Surat pribadi yang bersifat tidak resmi, surat pribadi yang
bersifat kekeluargaan atau kekerabatan, seperti: surat kepada orang tua, kakak,
teman, dll.
b.
Surat Dinas Pribadi
Surat dinas pribadi disebut juga surat
setengah resmi adalah surat-surat yang dikirimkan dari seseorang atau pribadi
kepada instansi-instansi, perusahaan-perusahaan, ataupun jawatan-jawatan.
c.
Surat Dinas Swasta
Surat dinas swasta disebut juga surat resmi
adalah surat-surat yang dibuat oleh instansi-instansi swasta, yang dikirimkan
untuk para karyawannya ataupun untuk para relasinya atau langganannya atau
instansi –instansi lain yang terkait.
d.
Surat Niaga
Surat niaga adalah surat yang berisi,
soal-soal perdagangan yang dibuat oleh perusahaan yang dikirimkan kepada para
langganannya.
e.
Surat Dinas Pemerintah
Surat dinas digunakan untuk kepentingan
pekerjaan formal seperti instansi dinas dan tugas kantor. Surat ini penting
dalam pengelolaan administrasi dalam suatu instansi Fungsi dari surat
dinas yaitu sebagai dokumen bukti tertulis, alat pengingat berkaitan fungsinya
dengan arsip, bukti sejarah atas perkembangan instansi, dan pedoman kerja dalam
bentuk surat keputusan dan surat instruksi Ciri-ciri surat dinas:
1.
Menggunakan kop surat
dan instansi atau lembaga yang bersangkutan
2.
Menggunakan nomor
surat, lampiran, dan perihal
3.
Menggunakan salam
pembuka dan penutup yang baku
4.
Menggunakan bahasa
baku atau ragam resmi
5.
Menggunakan cap atau
stempel instansi atau kantor pembuat surat
6.
Format surat tertentu
2.5.2 Berdasarkan Wujud Surat
Penggolongan surat berdasarkan wujudnya dapat
dibagi kedalam tujuh jenis, yaitu :
a.
Surat Yang menggunakan
Kartu Pos
Kartu pos adalah blanko yang dikeluarkan oleh
Perum Postel atau instansi lain yang telah diberi izin Perum Postel untuk
mencetaknya asal sesuai dengan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan Perum
Postel.
b.
Warkat Pos
Warkat pos adalah sehelai kertas yang telah
dicetak dengan memakai lambaga dan petunjuk penulisan berita, yang dikeluarkan
oleh perum postel atau instansi lain yang telah diberi izin.
c.
Surat Bersampul
Surat bersampul adalah surat-surat yang
isinya atau beritanya ditulis pada kertas lain, kemudian kertas surat tersebut
dimasukkan kedalam sampul atau amplop.
d.
Surat Terbuka dan
Surat Tertutup
Surat terbuka adalah surat-surat yang isinya
dapat dibaca oleh umum misalnya, surat dari pembaca kepada pembaca atau surat
yang dikirimkan oleh pembaca untuk pemerintah, instansi lain, melalui redaksi
surat kabar, majalah, tabloid, dan sebagainya.
e.
Memorandum dan Nota
Memorandum adalah salah satu alat komunikasi
berupa surat-surat dilingkungan dinas yang penyampaiannya tidak resmi dan
digunakan secara intern (didalam lingkungan sendiri baik perusahaan ,instansi
lainnya). Nota adalah merupakan alat komunikasi kedinasan antara pejabat dari
suatu unit organisasi yang digunakan secara intern dalam lingkungan sendiri,
tetapi bersifat resmi.
f.
Telegram
Telegram adalah suatu alat
komunikasi dengan cara menyampaikan berita-berita melalui radio atau pesawat
telegram mengenai sesuatu hal yang perlu segera mendapat penyelesaian dengan
cepat. Isi telegram berupa tulisan-tulisan singkat yang dikirimkan dari jarak
jauh.
g.
Surat Biasa
Surat biasa adalah surat-surat yang isinya
tidak mengandung rahasia walaupun terbaca oleh orang lain, seperti surat
undangan pernikahan atau khitanan, surat pertemuan para siswa untuk rekreasi
dan sebagainya.
2.5.3 Berdasarkan Tata Aliran Surat
Bedasarkan tata aliran surat, surat dapat
digolongkan menjadi dua jenis, yaitu:
a.
Surat masuk adalah surat-surat
yang diterima oleh suatu organisasi/perusahaan yang berasal dari seseorang atau
dari suatu organisasi.
b.
Surat keluar adalah surat-surat
yang dikeluarkan/dibuat suatu organisasi/perusahaan untuk dikirimkan kepada
pihak lain, baik perseorangan maupun kelompok.
Setiap kantor setiap harinya akan menangani
surat-surat. Mungkin satu hari ada 1 surat, 2 surat, bahkan ratusan surat.
Jumlah yang banyak tersebut jika tidak ditangani dengan baik tentunya akan
dapat merugikan banyak pihak, khususnya bagi kantor yang bersangkutan.
2.5.4
Berdasarkan Keamanan Isinya.
Berdasarkan keamanan isinya, surat dapat
digolongkan menjadi tiga jenis yaitu:
a.
Surat Sangat Rahasia
Surat-surat yang digunakan untuk
surat-surat yang berhubungan dengan keamanan Negara atau surat-surat yang berupa
Dokumen Negara, sehingga bila surat ini jatuh ketangan yang tidak berhak maka
akan membahayakan masyarakat atau Bangsa dan Negara.
b.
Surat Rahasia
Surat-surat yang isinya harus
dirahasiakan, tidak boleh dibaca oleh orang lain, karena bila jatuh ketangan
orang yang tidak berhak, akan merugikan perusahaan atau instansi tersebut.
c.
Surat konfidensial
Surat-surat yang termasuk surat
rahasia juga, karena isinya tidak boleh diketahui orang lain cukup hanya
diketahui oleh pejabat yang bersangkutan, karena kalau jatuh kepada orang yang
tidak berhak akan mencemarkan nama baik orang tersebut. Contohnya surat laporan
tentang karyawan yang korupsi.
2.5.5 Berdasarkan Proses Penyelesaiannya
Surat berdasarkan proses penyelesaiannya dapat
digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu:
a.
Surat Sangat Segera atau Surat
Kilat.
Surat yang harus dikirimkan dengan
sangat segera atau kilat adalah surat yang harus ditangani secepat mungkin pada
kesempatan yang pertama karena surat ini harus segera dikirimkan secepatnya
karena penerima harus cepat menanggapi dan menyelesaikannya.
b.
Surat Segera
Surat yang secepatnya diselesaikan
tetapi tidak perlu pada kesempatan yang pertama dan segera dikirimkan supaya
mendapat tanggapan dan penyelesainya dari pihak penerima.
c.
Surat Biasa
Surat-surat yang tidak perlu
tergesa-gesa untuk penyelesaian karena tidak perlu mendapat tanggapan yang
secepatnya dari penerima.
2.5.6 Berdasarkan Dinas Pos
Surat berdasarkan pos dapat digolongkan menjadi
:
a.
Surat Biasa
Surat yang menurut penggolongan dinas pos,
surat yang dibuat oleh seseorang yang isinya atau sifatnya biasa atau tidak
begitu penting, karena pada umumnya surat ini tidak perlu mendapat tanggapan
yang secepatnya dari penerima, dengan demikian surat-surat ini penyampaiannya
kepada tujuan atau penerima waktunya tidak dipastikan, tetapi biaya yang
dikenakan dinas pos, prangkonya cukup murah.
b.
Surat Kilat
Surat-surat yang secepatnya
ditangani supaya mendapat tanggapan dan penyelesaian yang secepatnya pula dari penerima.
Oleh karena itu surat kilat cara penyampaiannya, ongkos pengirimannya atau
prangkonya lebih mahal dari surat biasa.
c.
Surat Kilat Khusus
Surat-surat yang dibuat seseorang yang isinya
sangat penting dan harus segera ditangani supaya mendapat tanggapan dan
penyelesaian yang secepatnya dari penerima .
d.
Surat tercatat
Adalah surat yang dibuat oleh
seseorang yang isinya sangat penting, sehingga harus segera ditangani dan
diselesaikan secepatnya supaya surat tersebut mendapat tanggapan dan
penyelesaian secepatnya pula dari pihak penerima, surat inipun hampir sama
dengan kilat khusus, cara penyampaiannya oleh dinas pos sangat diutamakan
ongkosnya atau prangkonya mahal.
2.5.7 Berdasarkan Cara Pengirimannya
a.
Surat Pos, yaitu surat yang
dikirim melalui jasa pos atau usaha pengiriman lainnya.
b.
Telegram/telex, yaitu surat
yang dikirim dari jarak jauh dengan menggunakan pesawat telegram/telex.
c.
Faxcimile, yaitu surat yang
dikirim dengan menggunakan mesin faxcimile.
d.
Email, yaitu surat yang dikirim
dengan menggunakan internet.
2.6 Ciri-ciri bahasa Surat yang baik
Bahasa surat biasanya memiliki cirri-ciri yaitu
jelas isinya, lugas, menarik, dan sopan. Untuk lebih lengkapnya, lihat
pembahasan berikut ini:
2.6.1 Jelas
Bahasa surat yang jelas maksudnya tidak hanya
mudah dimengerti tetapi harus terbebas dari salah tafsir atau rancu, sehingga
data-data yang dituangkan dalam surat sesuai dengan sasaran yang diinginkan.
Bahasa dalam surat juga harus dapat menjelaskan siapa yang membuat surat itu
kepada siapakah surat itu ditujukan. Oleh karena itu, surat harus menggunakan
pilihan kata-kata yang cermat, kalimat yang utuh tidak menggantung, dan tanda
baca yang benar serta tidak terlalu banyak menggunakan kata-kata atau istilah
asing.
2.6.2 Lugas
Lugas artinya sederhana, praktis, bersahaja
(simple). Jika diterapkan dalam pada penulisan kalimat dalam surat, artinya
kalimat yang digunakan harus langsung menunjukkan persoalan atau permasalahan
yang pokok-pokok saja, tidak bertele-tele serta dapat mengungkapkan gagasan
secara tepat sesuai dengan maksud yang dikehendaki.
Cara yang dapat dilakukan oleh penulis surat
agar diperoleh bahasa surat yang lugas adalah sebagai berikut:
1)
Menghilangkan unsur-unsur yang
tidak diperlukan
2)
Menghilangkan basa-basi
3)
Menambahkan unsur penjelas yang
hilang
4)
Menggunakan istilah yang biasa
digunakan dalam surat niaga
5)
Menempatkan tanda baca yang
tepat
2.6.3 Menarik dan Sopan
Bahasa yang menarik adalah bahasa yang hidup,
lugas, jelas, wajar, enak dibaca, tidak kaku, tidak menggunakan kata-kata yang
telah using, dan tidak menggunakan kata makian yang dapat menyinggung perasaan
orang lain. Bahasa yang menarik juga menghindari pengulangan kata yang
mengakibatkan nada surat menjadi monoton atau membosankan lawan bicara.
Bahasa surat yang sopan maksudnya bahasa yang
digunakan sederhana sesuai kaidah bahasa umumnya dan tidak menggunakan bahasa
yang berlebihan sserta kata-kata yang merendahkan martabat orang lain.
BAB III
PENUTUP
3.1
Simpulan
Surat menyurat adalah salah satu bentuk
komunikasi dengan mempergunakan surat sebagai alat, oleh karena itu surat
menyurat merupakan salah satu alat komunikasi yang sangat penting dan setiap
waktu dilakukan dalam tugas sehari-hari dalam kantor.
Surat merupakan salah satu alat komunikasi
tertulis yang berasal dari satu pihak dan ditujukan dari pihak lain untuk
menyampaikan berita dengan demikian jelas bahwa surat sangat penting artinya
dalam membantu memperlancar tercapainya tujuan organisasi.
Perlu diusahakan agar dapat membuat surat dengan
baik, sebab penilaian negatif terhadap surat akan dapat mempengaruhi pula
penilaian negatif dalam organisasi.
3.2
Saran
Berdasarkan simpulan di atas, maka surat
menyurat sangatlah penting dalam suatu organisasi karena surat-menyurat
merupakan salah satu bagian dari proses komunikasi dalam organisasi yang
berbentuk tulisan, proses surat menyurat ini lebih diutamakan untuk lingkungan
ekstern organisasi yang sangat berpengaruh dalam menciptakan link organisasi.
Dengan adanya surat menyurat yang baik dan rapi, maka dapat mendukung
tercapainya tujuan organisasi yaitu bisa bertahan (Survival) dan bisa tumbuh
berkembang (Growth).
DAFTAR PUSTAKA
Hisyam,
Djihad. 2008. Korespondensi Bahasa
Indonesia Dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: UNYpress.
Pusat
Bahasa Departemen Pendidikan Nasional Republik Indonesia, Kamus Besar Bahasa Indonesia (Online), (http://badanbahasa.kemdikbud.go.id/kbbi/index.php), diakses tanggal 27
Oktober 2016.
Setyaningrum,
Afra Tien. 2008. Korespondensi Bahasa
Indonesia Dasar, Teori, dan Aplikasi. Yogyakarta: Amara Books.
Wikipedia Bahasa Indoensia, Surat Eletronik (Online), (https://id.wikipedia.org/wiki/Surat_elektronik),
diakses tanggal 27 Oktober 2016.
Wikipedia Bahasa
Indonesia, Surat (Online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Surat),
diakses tanggal 27 Oktober 2016.

Download
ReplyDelete