Bukit Matang Kaladan
Bukit Matang Kaladan ini berada di Desa Tiwingan Lama, Kecamatan Aranio, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Tepatnya berada di sekitar Dermaga Bendungan Riam Kanan, kira-kira 25 KM dari pusat kota Banjarbaru, dimana terdapat bandar udara Syamsuddin Noor sebagai pintu masuk menuju Kalimantan Selatan melalui udara.
Berbeda dengan Halong Bay yang untuk menuju ke puncak bukitnya dapat di akses menggunakan kapal untuk sampai di bukitnya, Matang Kaladan ini dapat diakses menggunakan jalur darat yakni kendaraan roda dua maupun roda empat.
![]() |
| Jalur perkampungan rumah warga sebelum memulai pendakian | Foto: Vita Ayu Anggraeni |
Setelah membeli tiket dimulailah pendakian. Untuk mendaki bukit Matang Kaladan ini dibutuhkan sekitar 30 menit berjalan kaki hingga mencapai puncaknya. Terdapat dua jalur untuk mendaki bukit ini, jalur yang lebih landai namun cukup memakan waktu lebih lama dan jalur yang lebih cepat namun cukup curam. Tergantung preferensi ingin memilih yang mana. Meskipun curam, tapi tetap aman untuk dilalui. Tapi patut diperhatikan pula kondisi fisik saat mendaki serta jenis pakaian yang digunakan. Baiknya menggunakan celana dan atasan yang fleksibel dan tidak ketat untuk memudahkan pendakian. Jangan lupa membawa bekal minuman.
![]() |
| Jalan setapak yang dilewati jalur cepat | Foto: Vita Ayu Anggraeni |
Jika anda memilih jalur yang lebih cepat, anda akan menemukan jalan setapak yang sebagian dipasangi anak tangga, kemudian hanya mengandalkan akar pohon yang ada, lalu sebelum sampai di puncak, dimana jalur mulai lebih curam, anda akan menemukan susunan ban bekas berwarna-warni untuk berpijak. Jalur ini memang relatif lebih susah untuk dilalui karena agak curam dan tidak tertutupi pepohonan sehingga cukup terik.
Sedangkan jalur kedua yang lebih landai cocok sekali bagi anda yang memiliki waktu lebih banyak untuk berada di area ini. Hal tersebut dikarenakan suasana yang akan membawa anda seperti sedang menjelajah hutan walaupun memang sebenarnya anda berada di hutan, bedanya terdapat jalan setapak yang mengarahkan anda hingga puncak.
Namun anda harus berhati-hati untuk berjalan di jalur ini. Akan ada kendaraan roda dua yang berlalu lalang di jalur ini. Rupanya tersedia jasa antar jemput ojek untuk naik dan turun ke puncak bukit Matang Kaladan ini.
![]() |
| Papan yang ada di puncak bukit | Foto: Vita Ayu Anggraeni |
Anda akan menemukan bentuk jukung, rumah jamur, sarang burung raksasa, rumah terbalik, rumah marsupilami, miniatur helikopter, dan beberapa properti lainnya untuk anda berfoto dengan latar belakang tersebut.
![]() |
| Papan penunjuk menuju properti foto | Foto: Vita Ayu Anggraeni |
Untuk satu kali jalan naik atau turun dikenakan biaya 20.000 rupiah.
Alternatif lain untuk anda yang ingin mendaki dan berfoto, anda dapat beristirahat sembari menghilangkan keringat di warung yang ada di puncak bukit.
Warung tersebut menjual minuman dingin serta makanan gorengan yang rasanya nikmat sekali.
![]() |
| Properti foto berbentuk jukung dan helikopter | Foto: Vita Ayu Anggraeni |
Kembali lagi ke spot foto, anda akan dikenakan biaya total 23 ribu untuk total 10 properti foto. Atau jika hendak berfoto hanya di beberapa spot saja, anda bisa membayar 5 ribu rupiah saja untuk satu spot foto.
Dari puncak bukit anda dapat melihat pemandangan pulau-pulau kecil yang semakin terlihat kecil dari atas serta waduk Riam Kanan.
![]() |
| Pemandangan dari atas puncak | Foto: Vita Ayu Anggraeni |






Post a Comment for "Bukit Matang Kaladan"