Contoh Makalah Tentang Sistem Informasi Bisnis
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Di era digital business ini Teknologi Informasi dan
Komunikasi (TIK) memegang peranan penting dalam proses bisnis sebuah
perusahaan. TIK mendukung semua fungsi-fungsi utama bisnis, seperti sistem
manajemen penjualan, sistem manajemen akuntansi dan finansial, sistem manajemen
inventori, sistem manajemen pelanggan, bahkan sistem yang mendukung keputusan
managerial perusahaan.
Alur studi Business
Information Systems (BIS) hadir untuk menjawab tantangan dan kebutuhan
tersebut. BIS menghasilkan Entrepreneur yang ahli dalam pembuatan
(development), implementasi, dan manajemen sistem bisnis berbasis teknologi
informasi.
1.2
Tujuan
Pembelajaran di BIS berfokus pada apa dan bagaimana
sistem informasi digunakan di perusahaan-perusahaan, kemudian cara membuat dan
mengelola sistem tersebut. Selama perkuliahan mahasiswa akan membentuk dan
mengembangkan ketrampilan-ketrampilan yang dibutuhkan untuk menganalisa,
mendesain, dan mengimplemetasikan sebuah sistem bisnis. Ketrampilan-ketrampilan
itu termasuk ketrampilan hidup dan berorganisasi (berpikir kritis dan logika,
komunikasi, cara belajar, etika, kerjasama, kepemimpinan, manajemen,dll),
ketrampilan akan teknologi yang terkait dengan sistem bisnis (jaringan
komputer, pemrograman, pengolahan data). Selain itu pengembangan karakter dan
ketrampilan entrepreneurial (inovasi, membangun jejaring, kepekaan pada pasar,
berani mengambil resiko) serta dasar-dasar bisnis juga diberikan agar mahasiswa
berkompetensi sebagai seorang Entrepreneur. BIS mengembangkan metode
pembelajaran yang interaktif, seimbang antara teori dan praktek. Dipilari
tim pengajar yang
merupakan kombinasi antara profesional, entrepreneur, dan akademisi yang
berpengalaman, banyak pembelajaran yang langsung bersentuhan dengan dunia usaha
sehingga relevan dengan kebutuhan di dunia nyata.
BAB
II
PEMBAHASAN
DASAR SISTEM INFORMASI
BISNIS
2.1
Konsep dasar sistem informasi bisnis
Teknologi informasi
Istilah TI (Teknologi
Informasi) atau IT (Information Technology) yang populer saat ini adalah bagian dari mata rantai panjang
dari perkembangan istilah dalam dunia SI (Sistem Informasi) atau istilah IS
(Information System). Istilah TI memang lebih
merujuk pada teknologi yang digunakan dalam menyampaikan maupun mengolah informasi, namun pada
dasarnya masih merupakan bagian dari sebuah sistem informasi itu sendiri.
Sistem Informasi
Bisnis, yaitu merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang memiliki kesatuan
antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan bisnis. Dalam mendukung penyampaian suatu informasi maka dimanfaatkanlah
teknologi informasi, yang menggunakan teknologi computer sebagai media utama
dalam penyampaian informasi. Istilah ini sendiri merupakan perkembangan dari
istilah Sistem Informasi (information system). Semakin tinggi kualitas teknologi
informasi yang digunakan maka tingkat efektfitas dan efisiensi nya semakin baik.
Kerangka kerja
konseptual system informasi :
1.
Konsep konsep dasar
Konsep dasar keprilakuan, teknis, bisnis, dan manajerial
termasuk mengenai berbagai komponen dan
peran sistem informasi. Contohnya meliputi
konsep sistem informasi
dasar yang berasal dari teori sistem umum, atau
konsep keunggulan kompetitif yang digunakan untuk
mengembangkan aplikasi bisnis
teknologi informasi
dalam keunggulan kompetitif.
2.
Teknologi informasi
Konsep-konsep utama, pengembangan, dan berbagai isu
manajemen teknologi informasi yaitu meliputi hardware, software,
jaringan, manajemen
data, dan banyak teknologi berbasis internet.
3.
Aplikasi bisnis
Penggunaan utama dari sistem informasi untuk operasi,
manajemen dan keunggulan kompetitif bisnis.
4.
Proses pengembangan
Bagaimana para praktisi bisnis dan pakar informasi
merencanakan, mengembangkan, dan mengimplementasikan sistem informasi untuk memenuhi peluang
bisnis.
5.
Tantangan manajemen
Tantangan untuk secara efektif dan etis mengelola
teknologi informasi pada tingkat pemakai akhir, perusahaan, dan global dalam
bisnis.
Aturan dasar SI pada
Bisnis
Ada tiga aturan
vital agar sistem
informasi untuk perusahaan bisnis, yaitu:
- Dukungan terhadap proses dan operasi bisnis.
- Dukungan
terhadap pengambilan keputusan
oleh pegawai dan manajer.
- Dukungan strategi untuk keunggulan bersaing
Trend Sistem Informasi
Trend yang dominan
dalam Sistem Informasi :
- Inisiatif dan penanggung jawab tidak lagi
dilakukan hanya oleh CIO (Chief
Information Officer) sendiri, tapi juga oleh Executive Board;
- Pergeseran peran IS Department dari sebagai
Application delivery menjadi System
integration dan pengembang infrastruktur;
- Perkembangan internet dan intranet
menghasilkan world wide connectivity dan
memungkinkan adanya common user interface untuk semua system.
Perlunya System
Integration Perkembangan komputerisasi dalam suatu organisasi yang tidak
bersamaan dan terpisah-pisah (scattered); Hambatan teknologi yang dapat diatasi oleh berbagai
alat bantu (tools) yang dapat dijumpai
dengan mudah oleh pemakai.
2.2
Aturan E-Business pada Bisnis
1. Komunikasi
Yang dimaksud
dengan komunikasi
adalah adanya fasilitas atau media
yang memungkinkan terjadinya pertukaran
informasi, layanan, transaksi elektronik (pemesanan dan pembayaran secara elektronik)
dan perpindahan barang
dari penjual ke pembeli. Media komunikasi yang memadai yang bisa
mempertemukan pelaku e-Business
menjadi syarat utama terselenggaranya.
2. Komersial (Perdagangan)
Sisi komersial yang
disyaratkan pada e-Business
adalah adanya sistem untuk
melakukan transaksi online
mulai dari promosi barang, pemesanan barang, pembayaran
dan pengiriman barang. Pembeli barang memesan
barang tidak memerlukan
melihat barang secara langsung
tetapi melalui gambar
atau spesifikasi yang tercantum
dalam website. Sedangkan
untuk pemesanan, sistem shopping
online terhubung dengan sistem inventory untuk mengetahui stock barang sehingga barang yang dibeli
memang ada. Untuk pembayaran, sistem shopping online harus terhubung dengan otoritas
pembayaran misalnya bank atau penyedia kartu
kredit agar nilai yang dibayarkan
oleh pembeli berasal
dari alat pembayaran yang sah dan
memiliki nilai yang cukup.
3. Proses Bisnis
Setiap pelaku
e-Business yang ingin melalukan transaksi elektronik dan mendapatkan manfaat
semaksimal mungkin dari e-Business harus
melakukan optimalisasi
proses bisnis internal dengan memanfaatkan
teknologi informasi agar aliran
informasi, transaksi, maupun lama pengiriman barang menjadi
dipersingkat, biaya transaksi menjadi lebih ekonomis jika dibandingkan dengan
perdagangan yang
dilakukan secara tradisional.
4. Layanan
Bagi setiap
institusi yang menjadi
pelaku e-Business,
penggunaan teknologi informasi
dan internet seharusnya menjadikan layanan
ke customer menjadi
lebih baik, lebih ekonomis, dan
lebih terjangkau. Misalnya,
dimensi barang yang ditawarkan beserta
spesifikasinya bisa diperiksa
lebih seksama sebelum
dibeli (diakses melalui
website), tidak diperlukan
toko secara fisik, dan bisa
diakses dari mana saja dengan menggunakan internet. Bahkan dengan
sistem informasi, customer bisat
dilayani secara khusus dan personal karena data- data aktifitas customer
direkam dan bisa dilakukan analisis untuk meningkatkan pelayanan.
5. Learning
Untuk meningkatkan
”awareness” baik diantara pengguna maupun pelaku e-Business, proses edukasi
sangat penting agar semakin banyak anggota
masyarakat yang menyadari
manfaat dan kelebihan dari transaksi online. Perbedaan dengan transaksi tradisional
adalah pembeli dan penjual tidak perlu belajar sebelum melakukan transaksi
sedangkan transaksi online
karena pengguna maupun
pelaku tidak berhadapan
dengan manusia tetapi dengan mesin komputer maka diperlukan proses
edukasi agar mereka bisa menggunakan fasilitas
atau media transaksi dengan lancar.
6. Kolaborasi
Satu siklus transaksi online
antara penjual dan pembeli melibatkan stakeholder lain yang harus berkolaborasi untuk
menyelesaikan transaksi tersebut. Pada saat
pembayaran maka akan terjadi kolaborasi antara penyedia shopping online dengan bank atau penyedia
kartu kredit untuk menyelesaikan proses pembayaran. Setelah dibayar maka terjadi kolaborasi
antara penyedia shopping online dengan gudang,
dan jasa pengiriman barang untuk mengantarkan barang sampai ke pembeli. Pihak lain yang juga terlibat adalah
pihak asuransi untuk melakukan
penjaminan transaksi maupun atas barang yang dikirim. Kolaborasi yang
terjadi dalam e-Business.
7. Komunitas
Dalam dunia maya (world
wide web) komunitas merupakan salah satu indikator
untuk mengukur aktifitas
pengguna. Dalam e-Business, komunitas merupakan media yang
cukup penting untuk belajar dan memperbaiki diri secara terus menerus baik dari
sisi pelaku maupun pengguna
dalam hal produk,
layanan, maupun mekanisme
transaksi. Perspektif di atas
merupakan dasar dari
konsep e-Business yang bisa dikembangkan
secara kontemporer dengan mempertimbangkan
kondisi saat ini
untuk pengembangan di masa depan.
Keuntungan dalam
menyiapkan kebijakan e-Business
saat ini adalah kita bisa belajar
dari kesalahan model bisnis yang terjadi di era
tahun 2000 dimana
banyak perusahaan dotcom
mengalami kebangkrutan
sehingga berdampak pada
menurunnya ekonomi global pada
saat itu. Untuk meningkatkan kemungkinan
sukses dalam e-Business dan mengurangi
resiko kegagalan maka
langkah pertama yang perlu dilakukan adalah melakukan identifikasi
faktor sukses. Dari pengalaman
sebelumnya, sukses faktor
paling menentukan
adalah kombinasi dari
faktor-faktor berikut:
2.3
Faktor Paling Menentukan SIB
1. Biaya (cost)
E-Business perlu
menjamin terjadinya ’cost efficiency’ melalui efisiensi waktu atau volume penjualan
yang lebih besar dengan melakukan
optimasi pada proses
logistik langsung dari warehouse ke pembeli.
2. Komersial (commerce)
Memaksimalkan keuntungan
(profitabilitas) dilakukan dengan melakukan reengineering seluruh proses
bisnis sehingga selain menurunkan
biaya operasional juga
meningkatkan kepuasan pelanggan
dan pada akhirnya menaikkan volume penjualan.
3. Konten (content)
Informasi tentang
produk atau layanan, berita yang selalu up to date, informasi
yang berguna misalnya
tip, advice, variasi produk atau
layanan pendukung yang
dibarengi dengan kualitas produk
dan layanan yang
prima sehingga pelanggan merasa dilayani
secara personal merupakan
kunci sukses utama.
4. Komunitas (community)
Komunitas merupakan
media tempat pertukaran
pengalaman, membentuk
interest group sehingga
menjadi sarana yang efektif
untuk membentuk opini
pelanggan, membangun
permintaan (generate demand)
dan melindungi kepentingan pengguna maupun
pelaku. Komunitas merupakan
cara yang
efektif untuk
meningkatkan retensi pelanggan
sehingga biaya untuk mendapatkan
pelanggan baru menjadi minimal.
5. Kenyamanan (convenience)
Kenyamanan dalam
melakukan transaksi online
merupakan salah satu kunci
sukses. Navigasi yang
mudah, cepat, dan informatif akan membuat pengguna menyukai
cara bertransaksi online. Sedangkan kerumitan
nagivasi yang memerlukan beberapa kali clik dan tidak
memberikan petunjuk yang mudah
dan cepat
bisa menyesatkan pengguna
dan membuat pengguna tidak
kembali lagi.
6. Konektifitas (connectivity)
Ketersediaan koneksi
yang cepat juga
merupakan faktor penentu
kesuksesan transaksi online. Respon yang cepat dan tidak terputus
akan membuat pengguna
merasakan manfaat yang nyata dari
e-Business.
Dengan ke enam faktor
sukses tersebut diharapkan pelaku e-Business bisa mempersiapkan
diri dengan secara
lebih komprehensif. Untuk mengetahui tingkat kesuksesan pelaku
e-Business ukuran yang
bisa digunakan adalah
penerimaan pengguna (customer acceptance)
yang direpresentasikan dengan
jumlah customer online, patuh aturan (legal authorities compliance), dukungan
dari third parties (supply chain support) dan
indikator finansial. Di
bawah ini adalah
model untuk mengetahui kesuksesan
e-Business. Kebijakan E-Business
yang perlu dibuatkan aturan main
dan rambu-rambu agar para pelaku e-Business (stakeholders) bermain dalam arena
(playing field) yang fair dan semua pihak dilindungi hak
dan kewajibannya tanpa
mengurangi kemampuannya
dalam mengimplementasikan strategi
e-Business masing-masing mencakup kebijakan antara lain :
- Internal : manajemen dan staf
- Pemasok dan manufaktur
- Pelanggan (customer)
- Perantara (intermediaries)
- Lembaga Keuangan
- Pemilik Web (Web service provider)
- Asosiasi
- Komunitas Web
Kebijakan e-Business
tidak hanya mengatur/memfasilitasi tindakan pra-transaksi tetapi juga
post-transaksi dimana ada 3 hal penting yang harus ditangani antara lain:
1.
Keabsahan transaksi dimana ada pemegang
otoritas yang melakukan settlement
bahwa transaksi sudah selesai
dan diterima oleh penjual dan pembeli
2.
Masalah legal misalnya pelanggaran hak
cipta. Diperlukan proses hukum dengan mengacu pada undang-undang yang mengatur
hak cipta untuk barang
yang diperdagangkan secara elektronis
3.
Gangguan keamanan pada transaksi online
misalnya pencurian nomor kartu kredit, fraud, penyalahgunaan user id dan
password, dll.
2.4
Tipe Sistem Informasi
Dalam bagian ini kita
akan menjelaskan kategori-kategori spesifik dari sistem yang
melayani tiap level organisasi.
Ada 6 tipe sistem informasi yaitu :
1.
Transaction processing
systems (TPS) adalah sistem terkomputerisasi yang menjalankan
dan menyimpan transaksi rutin sehari-hari
untuk menjalankan bisnis.
Sistem ini bekerja pada level operasional. Input pada level ini
adalah transaksi dan kejadian.
Proses dalam sistem
ini meliputi pengurutan
data, melihat data, memperbaharui data. Sedangkan outputnya adalah laporan
yang detail, daftar lengkap dan ringkasan.
2.
Knowledge work
systems (KWS) adalah
sistem informasi yang membuat
dan mengintegrasikan pengetahuan
baru ke organisasi.
3.
Office Automation Systems (OAS) adalah
sistem komputer seperti pengolah kata, e-mail, dan sistem penjadwalan, yang
didesain untuk meningkatkan
produktifitas dari data workers di organisasi. Nomor 2 dan 3 melayani
knowledge level.
4.
Management Information Systems (MIS)
adalah sistem informasi pada management-level sebuah organisasi yang melayani
fungsi-fungsi perencanaan, pengendalian dan pengambilan keputusan yang dibuat
dengan menyediakan ringkasan
rutin dan laporan periodik.
5.
Decision-support systems
(DSS) adalah sistem
informasi di
management-level sebuah organisasi
yang mengkombinasikan data dan
model analitis yang
rumit untuk mendukung pengambilan keputusan yang
terstruktur dan semi terstruktur.
6.
Executive support systems (ESS) adalah
sistem informasi pada strategic-level
sebuah organisasi yang dirancang untuk tujuan pengambilan keputusan yang
tidak terstruktur.
2.5
Tantangan manajerial
Bagaimana
mengefektifkan dan mengatur dengan baik fungsi dari sumber daya IS dan IT untuk mencapai puncak hasil dan
nilai bisnis dalam mendukung
strategi-strategi bisnis dari perusahaan. sehingga dalam pencapaiannya
dapat dirasa maksimal.
Konsep dasar sistem
komponen sistem informasi Dalam sebuah sistem informasi bisnis pun memiliki beberapa komponen
penyusun, yaitu :
·
Teknologi.
Misalnya
pada peranan jaringan computer dalam melakukan pemrosesan informasi, baik melalui hardware, software, manajemen
data, maupun teknologi telekomunikasi jaringan.
·
Aplikasi.
Penggunaan
aplikasi bisnis dan perdagangan elektronik (e-commerce) melibatkan sistem informasi
yang saling berhubungan satu-sama lain.
·
Pengembangan.
Mengembangkan
berbagai cara untuk menggunakan teknologi informasi dalam bisnis, meliputi pendesainan komponen-komponen
dasar sistem informasi.
·
Manajemen.
Mengelola
teknologi informasi memiliki penekanan pada kualitas, nilai bisnis yang strategis, dan keamanan sistem informasi
organisasi.
2.6
Sumber Daya Sistem Informasi Bisnis
Sumber daya disini
adalah merupakan sebuah subsistem-subsistem pembangun dalam pengunaan sistem informasi bisnis. Sistem
informasi bisnis secara umum memiliki banyak sumber daya pendukung, tetapi
secara mendasar ada
5 sumber daya
sistem informasi bisnis, antara lain :
1. Sumber daya manusia.
Dapat
dibagi menjadi 2, yaitu :
·
User ( pemakai ), merupakan sumber daya
manusia yang menggunakan sistem informasi.
Seperti pelanggan, manajer, pemasok, akuntan, dan lain
sebagainya.
·
Pakar, merupakan sumber daya manusia
yang mengembangkan dan mengoperasikan
sistem informasi. Seperti sistem analis, pembuat software, operator sistem.
2. Sumber daya hardware.
Merupakan peralatan fisik (perangkat keras)
yang digunakan dalam pengeloalan
dan pemrosesan sistem informasi.
3. Sumber daya software.
Dapat dibedakan menjadi 3 bagian, yaitu :
·
Software sistem, seperti
sistem operasi yang
berguna untuk melakukan operasi
pada sistem komputer.
·
Software
aplikasi, yang memprogram berbagai pemrosesan langsung bagi
penggunaan tertentu komputer oleh pemakai akhir. Selain itu juga
berperan dalam membantu penyelesaian pekerjaan. Contohnya adalah program
analisis penjualan dan program penggajian.
·
Prosedur, yang mengoperasikan perintah-perintah
bagi orang-orang yang
akan menggunakan sistem
informasi. Contohnya, prosedur
entri data dan prosedur pendistribusian cek data.
4. Sumber daya data.
Termasuk deskripsi produk, catatan pelanggan, file
kepegawaian, dan database
persediaan.
5. Sumber daya jaringan.
Media
komunikasi, pemroses
komunikasi, software untuk
akses dan pengendalian
jaringan.
Aktivitas
Sistem Informasi Bisnis
1. Input sumber daya data
Memindai secara optikal
barang – barang dengan pengenal yang menggunakan kode garis.
2. Pemrosesan data menjadi informasi
Seperti menghitung
pembayaran karyawan, pajak dan potongan gaji lainnya.
3. Output produk informasi
Menghasilkan laporan
dan tampilan mengenai kinerja penjualan. Contohnya, seorang
manajer penjualan dapat
melihat tampilan video untuk
memeriksa kinerja seorang
tenaga kerja penjualan, menerima pesan suara yang dihasilkan
computer melalui telepon, menerima cetakan dari hasil penjualan bulanan.
4. Penyimpanan sumber daya data
Penyimpanan adalah
komponen sistem dasar
sistem informasi. Penyimpanan adalah
aktivitas sistem informasi
tempat data dan informasi disimpan secara teratur untuk
digunakan kemudian.
5. Pengendalian kinerja sistem
Aktivitas sistem
informasi yang penting
adalah pengendalian kinerja
sistem. Sistem informasi harus menghasilkan umpan balik mengenai aktivitas
input, pemrosesan, output, dan penyimpanan. Umpan balik
ini harus diawasi
dan dievaluasi untuk
menetapkan apakah sistem dapat
memenuhi standar kinerja
yang telah ditetapkan. Kemudian,
aktivitas sistem yang
tepat harus disesuaikan agar
produk informasi yang tepat dihasilkan bagi para pemakai akhir.
Mengenali Sistem
Informasi
Sebagai praktisi
bisnis, harus mampu
mengenali komponen dasar sistem
informasi sehingga nantinya
sistem informasi tersebut dapat bernilai maksimal bagi tujuan
organisasi. Hal ini berarti harus mampu mengidentifikasi :
- Sumber daya
manusia, hardware, software,
data dan jaringan yang digunakan. Artinya harus
mampu menentukan segala
sumber daya yang dibutuhkan untuk
menghasilkan sistem informasi
sesuai dengan yang diharapkan.
Sehingga tingkat efektifitas dan efisiensi dapat tercapai.
- Jenis produk informasi yang dihasilkan.
Artinya adalah menentukan jenis sistem informasi apa yang akan dijadikan solusi
terhadap masalah yang sedang dihadapi entah itu SIM, DSS, dan lain sebagainya.
- Cara
melakukan aktivitas input,
output, penyimpanan, dan pengendalian.
Mengingat hal
ini sangat penting
dalam kinerja suatu
sistem karena terdapat respon
antara satu komponen
aktivitas dengan komponen aktivitas
lainnya yang saling
berhubungan, maka sudah seharusnya
praktisi bisnis memiliki
pengetahuan akan aktivitas sistem
informasi bisnis ini, karena kualitas kinerja sistem dapat tercermin dari sini.
2.7
Sistem Informasi untuk Mendukung Penjualan
Sistem Informasi dalam
bisnis yaitu merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang memiliki kesatuan
antara satu dan yang lainnya yang ditujukan untuk kepentingan bisnis. Sistem
Informasi dan teknologi informasi telah
menjadi komponen yang sangat penting bagi keberhasilan bisnis dan organisasi.
Teknologi informasi termasuk sistem informasi
berbasis Internet yang dapat membantu segala jenis bisnis meningkatkan
efisiensi dan efektivitas proses bisnis, pengambilan keputusan manajerial, dan
kerjasama kelompok kerja, hingga memperkuat posisi kompetitif dalam pasar yang
cepat sekali berubah. Teknologi informasi
dan sistem informasi berbasis
internet digunakan mendukung tim pengembangan produk, proses dukungan untuk
pelanggan, transaksi e-commerce, atau dalam aktifitas bisnis lainnya.
Dalam dunia
bisnis, teknologi informasi
mempunyai pengaruh yang
nyata, transaksi bisnis
dicatat secara on-line, diolah dan pada
saat yang hampir bersamaan hasil
pengolahan atau informasi dapat
dilihat, seperti
yang lazim dilakukan para nasabah bank pada
saat melakukan transaksi pada
ATM (automated teller machine).
Selain itu,
teknologi informasi juga dimanfaatkan untuk perdagangan secara
elektronik atau dikenal sebagai
E-Commerce. E-Commerce
adalah penggunaan internet yang
berbasis teknologi informasi dan
komunikasi untuk aktivitas
perdagangan. Kegiatan
komersial ini, seperti iklan dalam penjualan produk dan
jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet, antara lain
pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirimkan melalui pos atau
sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Peran utama Sistem
informasi dalam bisnis diantaranya:
1. Mendukung Operasi Bisnis
Mulai dari akuntansi
sampai dengan penelusuran pesanan pelanggan, sistem informasi menyediakan
dukungan bagi manajemen dalam operasi atau kegiatan bisnis sehari-hari. Ketika
tanggapan/respon yang cepat menjadi
penting, maka kemampuan sistem informasi untuk dapat mengumpulkan dan
mengintegrasikan informasi ke berbagai fungsi bisnis menjadi penting.
2. Mendukung Pengambilan Keputusan Managerial.
Sistem informasi dapat
mengkombinasikan informasi untuk membantu manager menjalankan menjalankan
bisnis dengan lebih baik, informasi yang sama dapat membantu para manajer
mengidentifikasikan kecenderungan dan untuk
mengevaluasi hasil dari
keputusan sebelumnya. Sistem Informasi akan membantu para manajer membuat
keputusan yang lebih baik, lebih cepat, dan lebih bermakna.
3. Mendukung Keunggulan Strategis.
Sistem informasi yang
dirancang untuk membantu pencapaian sasaran
strategis perusahaan dapat menciptakan keunggulan bersaing di pasar .
BAB
III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Sistem informasi telah
berkembang seiring dengan perkembangan teknologi informasi yang sangat cepat
dan terbukti sangat berperan dalam kegiatan perekonomian dan strategi
penyelenggaraan pembangunan. Keberadaan sistem informasi mendukung kinerja
peningkatan efisiensi, efektivitas dan produktivitas organisasi pemerintah dan
dunia usaha, serta mendorong perwujudan masyarakat yang maju dan sejahtera.
Dalam mendukung penyampaian informasi maka dimanfaatkanlah teknologi informasi,
yang menggunakan teknologi kompoter sebagai media utama dalam penyampaian informasi.
Istilah ini sendiri merupakan perkembangan dari istilah sistem informasi.
Semakin tinggi kualitas teknologi informasi yang digunakan maka tingkat
efektivitas dan efisiensi nya semakin baik.
3.2
Saran
Sebagaimana yang sudah
dijelaskan didalam tulisan makalah ini penulis menyarankan supaya kita bisa menerapkannya,
melihat kondisi kita sekarang di jaman yang serba modern maka kita harus
manfaatkannya untuk mempermudah kegiatan kita sehari-hari terutama di bidang
usaha bisnis.
This comment has been removed by a blog administrator.
ReplyDeletethanks gan udah mampir
ReplyDeleteterima kasih
ReplyDelete